Berdasarkan hasil penelusuran sejarah dan wawancara dengan dua orang tua yang memiliki pengetahuan serta informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber penelusuran sejarah, diketahui bahwa pada sekitar tahun 1927, Gampong Mureu Lamglumpang telah ada dan dikenal dengan nama tersebut.
Nama Mureu Lamglumpang berasal dari dua kata yang memiliki latar belakang berbeda. Kata “Mureu” diyakini berasal dari kata “Murru”, yang diadopsi dari bahasa Arab dan memiliki makna mengajak orang lain. Berdasarkan sumber sejarah lainnya, Gampong Mureu juga pernah menjadi salah satu tempat persinggahan Tgk. Chik di Tiro, salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Di tempat tersebut, beliau dipercaya mengajak masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda pada masa itu.
Sementara itu, kata “Lamglumpang” berasal dari kondisi lingkungan masyarakat pada masa lampau, ketika di wilayah tersebut banyak tumbuh pohon gelumpang. Oleh karena itu, nama Mureu Lamglumpang kemudian digunakan untuk menyebut wilayah tersebut.
Meskipun demikian, mengenai tanggal dan tahun berdirinya Gampong Mureu Lamglumpang secara pasti hingga saat ini belum diketahui. Informasi mengenai sejarah awal berdirinya gampong masih berdasarkan penuturan masyarakat, terutama para orang tua dan tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang sejarah gampong.
Berdasarkan hasil penelusuran mengenai sejarah pemerintahan Gampong Mureu Lamglumpang, yang dilakukan melalui wawancara dengan sejumlah narasumber dan para tetua gampong serta didukung oleh beberapa temuan berupa tulisan dan peninggalan dari masa lampau, diperoleh informasi mengenai para pemimpin atau pelaku pemerintahan gampong dari masa ke masa.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hingga tahun 2024, Gampong Mureu Lamglumpang telah dipimpin oleh tujuh orang Keuchik. Para Keuchik tersebut telah menjalankan peran dan tanggung jawab dalam memimpin pemerintahan serta mengelola kehidupan masyarakat gampong dari masa ke masa.